Hidup ibarat
Di dalam sangkar
Mata terlepas , batin pun terseksa
Rindu membara
Yang kian membakar
Di pinggir hati yang sengsara
Masihkah dapat aku hiaskan
Masihkah dapat aku coretkan
Secalit warna pada hati kerasmu
agar tinggalnya kesan
bukti cintaku padamu
Walaupun ku sedari
Hebatnya dugaan
Kepada Tuhan ku terus berdoa
Agar kembali tenang
Namun hatiku menaruh harapan
Seringkali ku terasa
Ingin mengubah nasib
Untuk tidak lagi mengemis
Meminta sesuap kasih daripadamu
Aku hanyalah insan hina
Yang meminta kain sutera untuk menutup tubuh
Tapi hanya layak diberi kain perca pudar
Nukilan : FIFI
No comments:
Post a Comment